Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


Falling In Love With You
"Part 3"


“Hei, bangun. Kau bilang mau menemaniku pergi?” Alex mengguncang-guncangkan badan Keyla pelan.
“Aku masih ngantuk,” jawab Keyla dengan mata masih terpejam dan masih meringkuk di dalam selimut.
“Ini sudah jam sepuluh,” Alex membangunkan Keyla lagi. Tapi, Keyla tetap tidak bangun.
“Ayolah, bukankah kemarin kau sudah berjanji padaku? Kalau hari ini kamu mau mengantarku jalan-jalan,” bujuk Alex lagi.
Akhirnya, Keyla bangun dengan mata sedikit terpejam, “Hhh.. baiklah, aku bangun.”
Alex tersenyum, “Kalau begitu, sekarang cepat mandi, aku tunggu di bawah ya!” katanya lagi.
Dengan langkah gontai, Keyla akhirnya bisa menyeret kakinya untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Ia melepaskan semua bajunya dan memutar keran air shower.


^^^

“Jadi, kita mau kemana?” tanya Alex saat mereka sudah berada di dalam mobil.
“Hmm... gimana kalo kita ke PIM?” saran Keyla.
“Yaudah, terserah kamu aja,”
“Mas Yanto, kita ke PIM ya!” seru Keyla pada sopir keluarganya yang hari ini mau mengantar Kelya dan Alex jalan-jalan.
“Oke, Non,” jawab Mas Yanto dari depan.
“Oh, iya. Kamu sekarang udah kuliah kan?” tanya Keyla sesaat setelah mobil melaju di jalan raya.
“Ya,”
“Lalu, kamu ijin?”
“Ya, aku cuti kuliah dulu. Mama dan papa akan pergi ke Korea untuk mengurus perusahaan mereka yang disana. Sedangkan apartemenku di sewakan oleh orangtuaku pada teman mereka. Jadi, aku harus cuti kuliah dan tinggal disini dulu
“Ohh.. enak ya, kuliah bisa cuti. Coba sekolah juga bisa cuti,” kata Keyla.
“Huu.. itu maunya kamu,” seru Alex sambil mengacak-acak rambut Keyla.


^^^


“Lex, kita ke Gramedia, yuk!” ajak Keyla setelah mereka berkeliling dan makan di Hokben.
“Boleh,”
Setelah sampai di dalam Gramedia, Keyla segera menuju ke bagian alat-alat lukis.
Ia mengamati cat warna yang ada di sana.
Tiba-tiba saja Alex sudah ada di belakangnya.
“Mau?” tanyanya sambil menunjuk cat air yang sedang di pegang Keyla.
“Hah? Eh, enggak. Cuma ngincer doang. Nanti aja belinya kalo aku dikasih uang jajan sama mama. Hehehee....” jawab Keyla polos.
Tanpa banyak bicara, Alex mengambil cat air yang ada di tangan Keyla  serta buku-buku novel yang tadi ia pilih dan membawanya ke kasir.
“Hei, kau tidak usah membelinya!” cegah Keyla.
“Tidak apa-apa, anggap saja ini hadiah ulang tahun dariku,” jawab Alex.
“Hah?” Keyla bingung.
“Apa kamu lupa? Kita tidak bertemu selama sepuluh tahun. Jadi, aku sudah melewatkan sepuluh kali hari ulang tahunmu,” jelas Alex.
“Tentu saja aku ingat. Tapi hadiah ulang tahunku selama sepuluh tahun hanya cat air? Itu tidak cukup,” canda Keyla.
Alex menghela napas, “ Baiklah, kalau begitu anggap saja ini tanda terima kasihku karena kamu mau menemaniku jalan-jalan,”
“Itu baru adil,” jawab Keyla dan tersenyum senang.


^^^


KRINGGG...... KRINGGG.......
Bunyi bel terdengar nyaring, tanda bahwa pelajaran hari itu sudah selesai. Keyla dan Erina berjalan berdampingan menuju gerbang sekolah.
Namun, saat mereka sedang berada di lapangan, mata Keyla menatap sebuah mobil yang sedang di parkir di depan sekolahnya, dan di samping mobil berdiri seseorang.
“Alex,” gumamnya.
Sedetik kemudian, Keyla dan Erina sudah berjalan menuju mobil itu.
“Hai,” sapa Keyla pada Alex.
“Hai, juga,” balas laki-laki itu.
“Bagaimana kamu bisa tahu sekolahku?” tanya Keyla heran.
“Dari Mas Yanto,” jawab Alex ringan.
Alex membukakan pintu untuk Keyla ,”Ayo, kita pulang,” katanya.
“Emm.. tapi, bisakah kita mengantar Erina dulu ke rumahnya?” tanya Keyla sambil melirik ke Erina.
“Boleh saja,”
“Oh, iya! Aku hampir lupa mengenalkan kalian berdua,” kata Keyla cepat,” Erina, ini Alex, saudaraku yang aku ceritakan kemarin, Alex, ini sahabatku, Erina” Keyla memperkenalkan mereka berdua.
“Hai, aku Alex,” kata Alex sambil mengulurkan tangan.
“Aku Erina,” kata Erina sambil membalas jabatan tangan Alex.
“Baiklah, ayo masuk. Aku akan mengantarkanmu pulang,”
“Apa tidak merepotkan?” tanya Erina.
“Tentu saja tidak,” jawab Keyla dan Alex bersamaan.
Erina tersenyum. Kemudian Alex membukakan pintu belakang mobil dan mempersilahkan Erina masuk.


^^^

“Di depan sana adalah rumahku,” kata Erina sambil menunjuk rumah di depan sana yang bercat biru muda.
“Ini?” tanya Alex setelah memberhentikan mobilnya di depan rumah yang ditunjuk oleh Erina tadi.
“Ya, “ jawab gadis itu. “Terimakasih ya,” lanjutnya.
Erina membuka pintu dan keluar dari mobil. Keyla membuka kaca jendela mobil, “Dahh...” katanya sambil melambai pada Erina.
“Dahh... terimakasih, ya! Hati-hati di jalan,” Erina membalas lambaian tangan sahabatnya. Ia menunggu mobil Alex menghilang di tikungan dan segera masuk kedalam rumah.

#to be continue

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar