Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


Falling In Love With You
"Part 4 ~ END"


Malam harinya, Keyla tidak bisa tidur. Entah mengapa, ia tadi tidak suka mendengar pengakuan dari Erina.
“Apa aku cemburu?” katanya dalam hati. “Tidak-tidak. Aku tidak cemburu. Aku kan tidak menyukai Alex,”
“Tapi, kenapa aku tidak suka mendengar pengakuan Erina tadi siang?”
Ia bangun dan duduk dipinggir ranjangnya. Kemudian mengambil lukisan Alex yang waktu itu digambarnya saat ia menyuruh Alex menjadi model lukisannya, dan mengamatinya.
Tangannya mengelus wajah Alex, dan tersenyum.
Tunggu! Apa aku tadi tersenyum? Tanyanya dalam hati.
Ya! Tadi aku tersenyum! Ada apa denganku? Akhir-akhir ini aku selalu membayangkan wajah Alex. Kenapa? Kenapa bisa begini? Apa aku... jatuh cinta padanya?
Tidak mungkin! Tapi, setiap aku berada bersamanya, aku selalu merasa nyaman dan jantungku.. selalu berdebar-debar.
Oh tidak! Tanda-tanda itu, berarti aku....benar-benar... menyukai Alex.


^^^


Sejak saat Erina mengaku bahwa ia menyukai Alex, Erina mulai mendekati Alex (PDKT).
Keyla tidak suka melihatnya. Namun apa daya, ia tahu bahwa ia tidak boleh menyukai Alex karena mereka adalah saudara.
Saat liburan kenaikan kelas, Keyla mengajak Erina untuk menginap di rumahnya, karena orangtuanya sedang pergi keluar kota untuk mengurusi perusahaan mereka.
Dan tentu saja, Erina menerimanya dengan senang hati.
Mereka menghabiskan waktu liburan itu dengan bermain, BBQ, dan jalan-jalan.
Namun, suatu malam, tiba-tiba Erina menyatakan cintanya pada Alex.
“Maaf, tapi aku menyukai orang lain,” kata Alex setelah Erina menyatakan cintanya.
“Ya, tidak masalah,”
Keyla yang baru kembali dari toilet tidak mengetahui hal itu.
“Hei, kenapa kalin diam saja? Ayo kita bakar dagingnya!” aja Keyla sambil menarik tangan Erina dan Alex menuju panggangan yang ada di sebelah kolam renang.


^^^


Setelah selesai BBQ-an, Erina segera masuk ke kamar, katanya ia capek dan ingin istirahat.
Sedangkan Keyla dan Alex, mereka sedang menonton TV di ruang keluarga.
Tiba-tiba, Alex mengatakan sesuatu yang membuat jantung Keyla berdetak sangat cepat.
“Key, ada yang ingin kukatakan,” kata Alex sambil menatap Keyla.
Keyla mengalihkan matanya dari TV dan membalas tatapan Alex.
“Aku mencintaimu, Key,” aku Alex.
“Ap.. apa?!” seru Keyla kaget.
“Ya, sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak dulu, tapi aku takut mengatakannya,”
Keyla diam, ia tidak tahu harus berbuat apa.
“Key,” kata Alex lembut sambil memegang tangan Keyla.
“Tap.. tapi, aku tidak bisa,”
“Kenapa? Karena kita saudara?”
“Ya, dan.. dan juga, Erina menyukaimu. Aku tidak mau membuat Erina kecewa,” kata Keyla sambil menunduk.
Tanpa mereka sadari, Erina ternyata sudah mendengar pembicaraan mereka dari lantai dua.
“Kau tidak perlu mencemaskanku Key,” tiba-tiba terdengar suara Erina. Keyla da Alex serentak menoleh ke arah tangga, dan mereka mendapati disana Erina sedang menuruni tangga.
“Apa?” tanya Keyla tidak mengerti, sambil melepaskan tanggannya yang berada di dalam gengaman Alex.
“Kau tidak perlu mencemaskanku Keyla,” ulang Erina. “Karena aku sudah ditolaknya,” lanjut Erina sambil menatap Alex.
“Aku juga sudah tahu, bahwa kau juga menyukai saudaramu,”
“Apa? Dari mana kau tahu?” tanya Keyla.
Erina mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru laut dan membukanya.
Keyla terkejut. Bagaimana sahabatnya bisa mendapatkan kotak itu?
Erina mengeluarkan dua buah kalung berbandul lingkaran yang ditengahnya terdapat seekor burung merpati dari kotak itu, dan sebuah kertas kecil yang berwarna biru laut.
“Bukankah itu kalung kita?” tanya Alex. Keyla bergeming.
“Aku tahu isi hatimu Keyla,” kata Erina. “kau juga menulis di ketas ini tentang perasaanmu pada Alex,”
Kemudian Erina membacakan isi dari kertas itu.
Aku tahu, ini adalah cinta terlarang. Cinta yang mengatas namakan saudara. Seharusnya aku tidak boleh menyukaimu. Tapi apa daya? Aku tidak bisa mengendalikannya. Rasa ini tumbuh begitu saja tanpa bisa ku cegah. Apa boleh aku mencintaimu? Apa boleh jika kau jadi milikku? Kurasa tidak. Karena kita adalah saudara. Karena kita sedarah. Jadi, ijinkan aku untuk menyimpan perasaan ini...”

“Key, aku tidak tahu ternyata kau juga mencintaiku,” kata Alex setelah mendengar Erina membacakan isi dari kertas itu.
“Ya! Aku mencintaimu! Tapi kita tidak akan bisa bersama! Karena kita.. “ Keyla berhenti berbicara dan menunduk.
“Saudara?” lanjut Alex. Keyla mengangguk.
“Key, apa kamu tidak mengetahui dengan jelas silsilah keluarga kita?” tanya Alex sambil memegang kedua bahu Keyla. Keyla menggeleng.
“Sebenarnya ayahku adalah anak angkat. Bukan anak kandung dari kakek atau nenekmu. Jadi, kita tidak sedarah. Dan juga ini berarti bukan cinta terlarang,” jelas Alex.
Keyla mendongak dan menatap Alex.
“Jadi.. kita tidak mempunyai hubungan darah?” tanyanya tidak percaya. Alex mengangguk.
“Jadi, katakan padaku, bahwa kau juga mencintaiku,” kata Alex.
“Aku mencintaimu,” kata Keyla sambil menatap mata Alex dan tersenyum.
Erina menghampiri mereka berdua dan memberikan kalung itu pada Keyla.
“Maafkan aku, Erina,” Keyla meminta maaf pada Erina.
“Tidak apa-apa. Sebenarnya dari dulu aku sudah tahu, bahwa kalian saling menyukai,” jawab Erina.
“Tenang saja, aku merestui kalian,” Erina tersenyum.
Keyla memeluk sahabatnya itu, “terimakasih Erina,” bisik Keyla di telinga Erina. Keyla melepaskan pelukannya dan memandang Alex. Kemudian ia memberikan kalung milik Alex yang sudah sepuluh tahun berada padanya.
“Ini kalungmu,” kata Keyla.
Mereka memakai kalung itu. Kini, kalung itu kembali pada pemiliknya masing-masing..


^^^


“Keyla, Alex, ada yang ingin kami bicarakan dengan kalian,” kata mama Keyla yang saat itu sedang duduk di ruang keluarga bersama dengan papa dan kedua orangtua Alex.
Kemarin, kedua orangtua Keyla pulang dari luar kota. Dan Erina juga sudah pulang kemarin. Katanya ia ingin membantu ibunya dirumah.
Orangtua Alex tadi pagi tiba-tiba saja datang dari Korea.
“Ada apa?” tanya Keyla sambil duduk di depan mamanya.
“Mama dan papa sudah mendengar dari Erina, bahwa kalian sudah pacaran. Apa itu benar?” tanya mama Keyla.
Pipi Keyla merona. Ia tidak bisa menjawab.
“Ya,” jawab Alex, karena ia tahu Keyla tidak bisa menjawabnya karena merasa malu.
“Oh! Baguslah! Ternyata rencana kita berhasil!” seru Tante Merina –mama Alex- gembira.
Keyla dan Alex mengerutkan kening, “Rencana? Rencana apa?” tanya Alex.
“Sebenarnya, kami ingin menjodohkan kalian,” terang mama Keyla.
“Apa?!” Keyla kaget.
“Kami menyuruh Alex datang kesini untuk mengetahui apakah kalian bisa cocok atau tidak. Dan jika kalian tidak cocok, maka kami tidak jadi menjodohkan kalian. Tapi, karena kalian ternyata sekarang sudah menjadi sepasang kekasih, maka kami akan menjodohkan kalian,” kata Tante Merina panjang lebar.
“Lalu, kapan kita akan membuat acara pertunangannya?” tanya mama Keyla pada Tante Merina.
“Secepatnya,” jawab Tante Merina tanpa rasa ragu lagi.


^^^


3 minggu kemudian...

“Dan sekarang adalah acara yang sudah ditunggu-tunggu, pertunangan antara Alexander Cristian dengan Angelina Keyla!” seru MC pada seluruh tamu yang hadir di Ball Room itu.
Semua tamu bertepuk tangan meriah. Keyla dan Alex naik ke atas panggung bersama dengan kedua orangtua mereka.
Senyum bahagia terpancar dari bibir kedua orang tersebut.
Keyla melihat Erina berada di depan panggung, dekat dengan tempatnya berdiri sekarang.
Erina tersenyum, ia merasa senang karena akhirnya sahabatnya mempunyai seseorang yang sangat dicintainya, walaupun ia sendiri merasa sakit, tapi ia ikhlas demi kebahagiaan sahabatnya itu.
MC menyuruh mereka memasukkan cincin pertunangan pada jari manis sebelah kiri.
Alex mengambil cincin dari orangtuanya, dan memasukkannya ke jari manis Keyla. Keylapun melakukan hal yang sama.
Sekarang, mereka sudah menjadi tunangan. Kini, mereka sudah sangat yakin pada perasaan mereka.
Mereka berpelukan bahagia, yang segera disambut dengan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Falling In Love With You
"Part 3"


“Hei, bangun. Kau bilang mau menemaniku pergi?” Alex mengguncang-guncangkan badan Keyla pelan.
“Aku masih ngantuk,” jawab Keyla dengan mata masih terpejam dan masih meringkuk di dalam selimut.
“Ini sudah jam sepuluh,” Alex membangunkan Keyla lagi. Tapi, Keyla tetap tidak bangun.
“Ayolah, bukankah kemarin kau sudah berjanji padaku? Kalau hari ini kamu mau mengantarku jalan-jalan,” bujuk Alex lagi.
Akhirnya, Keyla bangun dengan mata sedikit terpejam, “Hhh.. baiklah, aku bangun.”
Alex tersenyum, “Kalau begitu, sekarang cepat mandi, aku tunggu di bawah ya!” katanya lagi.
Dengan langkah gontai, Keyla akhirnya bisa menyeret kakinya untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Ia melepaskan semua bajunya dan memutar keran air shower.


^^^

“Jadi, kita mau kemana?” tanya Alex saat mereka sudah berada di dalam mobil.
“Hmm... gimana kalo kita ke PIM?” saran Keyla.
“Yaudah, terserah kamu aja,”
“Mas Yanto, kita ke PIM ya!” seru Keyla pada sopir keluarganya yang hari ini mau mengantar Kelya dan Alex jalan-jalan.
“Oke, Non,” jawab Mas Yanto dari depan.
“Oh, iya. Kamu sekarang udah kuliah kan?” tanya Keyla sesaat setelah mobil melaju di jalan raya.
“Ya,”
“Lalu, kamu ijin?”
“Ya, aku cuti kuliah dulu. Mama dan papa akan pergi ke Korea untuk mengurus perusahaan mereka yang disana. Sedangkan apartemenku di sewakan oleh orangtuaku pada teman mereka. Jadi, aku harus cuti kuliah dan tinggal disini dulu
“Ohh.. enak ya, kuliah bisa cuti. Coba sekolah juga bisa cuti,” kata Keyla.
“Huu.. itu maunya kamu,” seru Alex sambil mengacak-acak rambut Keyla.


^^^


“Lex, kita ke Gramedia, yuk!” ajak Keyla setelah mereka berkeliling dan makan di Hokben.
“Boleh,”
Setelah sampai di dalam Gramedia, Keyla segera menuju ke bagian alat-alat lukis.
Ia mengamati cat warna yang ada di sana.
Tiba-tiba saja Alex sudah ada di belakangnya.
“Mau?” tanyanya sambil menunjuk cat air yang sedang di pegang Keyla.
“Hah? Eh, enggak. Cuma ngincer doang. Nanti aja belinya kalo aku dikasih uang jajan sama mama. Hehehee....” jawab Keyla polos.
Tanpa banyak bicara, Alex mengambil cat air yang ada di tangan Keyla  serta buku-buku novel yang tadi ia pilih dan membawanya ke kasir.
“Hei, kau tidak usah membelinya!” cegah Keyla.
“Tidak apa-apa, anggap saja ini hadiah ulang tahun dariku,” jawab Alex.
“Hah?” Keyla bingung.
“Apa kamu lupa? Kita tidak bertemu selama sepuluh tahun. Jadi, aku sudah melewatkan sepuluh kali hari ulang tahunmu,” jelas Alex.
“Tentu saja aku ingat. Tapi hadiah ulang tahunku selama sepuluh tahun hanya cat air? Itu tidak cukup,” canda Keyla.
Alex menghela napas, “ Baiklah, kalau begitu anggap saja ini tanda terima kasihku karena kamu mau menemaniku jalan-jalan,”
“Itu baru adil,” jawab Keyla dan tersenyum senang.


^^^


KRINGGG...... KRINGGG.......
Bunyi bel terdengar nyaring, tanda bahwa pelajaran hari itu sudah selesai. Keyla dan Erina berjalan berdampingan menuju gerbang sekolah.
Namun, saat mereka sedang berada di lapangan, mata Keyla menatap sebuah mobil yang sedang di parkir di depan sekolahnya, dan di samping mobil berdiri seseorang.
“Alex,” gumamnya.
Sedetik kemudian, Keyla dan Erina sudah berjalan menuju mobil itu.
“Hai,” sapa Keyla pada Alex.
“Hai, juga,” balas laki-laki itu.
“Bagaimana kamu bisa tahu sekolahku?” tanya Keyla heran.
“Dari Mas Yanto,” jawab Alex ringan.
Alex membukakan pintu untuk Keyla ,”Ayo, kita pulang,” katanya.
“Emm.. tapi, bisakah kita mengantar Erina dulu ke rumahnya?” tanya Keyla sambil melirik ke Erina.
“Boleh saja,”
“Oh, iya! Aku hampir lupa mengenalkan kalian berdua,” kata Keyla cepat,” Erina, ini Alex, saudaraku yang aku ceritakan kemarin, Alex, ini sahabatku, Erina” Keyla memperkenalkan mereka berdua.
“Hai, aku Alex,” kata Alex sambil mengulurkan tangan.
“Aku Erina,” kata Erina sambil membalas jabatan tangan Alex.
“Baiklah, ayo masuk. Aku akan mengantarkanmu pulang,”
“Apa tidak merepotkan?” tanya Erina.
“Tentu saja tidak,” jawab Keyla dan Alex bersamaan.
Erina tersenyum. Kemudian Alex membukakan pintu belakang mobil dan mempersilahkan Erina masuk.


^^^

“Di depan sana adalah rumahku,” kata Erina sambil menunjuk rumah di depan sana yang bercat biru muda.
“Ini?” tanya Alex setelah memberhentikan mobilnya di depan rumah yang ditunjuk oleh Erina tadi.
“Ya, “ jawab gadis itu. “Terimakasih ya,” lanjutnya.
Erina membuka pintu dan keluar dari mobil. Keyla membuka kaca jendela mobil, “Dahh...” katanya sambil melambai pada Erina.
“Dahh... terimakasih, ya! Hati-hati di jalan,” Erina membalas lambaian tangan sahabatnya. Ia menunggu mobil Alex menghilang di tikungan dan segera masuk kedalam rumah.

#to be continue

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Falling In Love With You
"Part 2"


“Hei, bangun. Kau bilang mau menemaniku pergi?” Alex mengguncang-guncangkan badan Keyla pelan.
“Aku masih ngantuk,” jawab Keyla dengan mata masih terpejam dan masih meringkuk di dalam selimut.
“Ini sudah jam sepuluh,” Alex membangunkan Keyla lagi. Tapi, Keyla tetap tidak bangun.
“Ayolah, bukankah kemarin kau sudah berjanji padaku? Kalau hari ini kamu mau mengantarku jalan-jalan,” bujuk Alex lagi.
Akhirnya, Keyla bangun dengan mata sedikit terpejam, “Hhh.. baiklah, aku bangun.”
Alex tersenyum, “Kalau begitu, sekarang cepat mandi, aku tunggu di bawah ya!” katanya lagi.
Dengan langkah gontai, Keyla akhirnya bisa menyeret kakinya untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Ia melepaskan semua bajunya dan memutar keran air shower.


^^^

“Jadi, kita mau kemana?” tanya Alex saat mereka sudah berada di dalam mobil.
“Hmm... gimana kalo kita ke PIM?” saran Keyla.
“Yaudah, terserah kamu aja,”
“Mas Yanto, kita ke PIM ya!” seru Keyla pada sopir keluarganya yang hari ini mau mengantar Kelya dan Alex jalan-jalan.
“Oke, Non,” jawab Mas Yanto dari depan.
“Oh, iya. Kamu sekarang udah kuliah kan?” tanya Keyla sesaat setelah mobil melaju di jalan raya.
“Ya,”
“Lalu, kamu ijin?”
“Ya, aku cuti kuliah dulu. Mama dan papa akan pergi ke Korea untuk mengurus perusahaan mereka yang disana. Sedangkan apartemenku di sewakan oleh orangtuaku pada teman mereka. Jadi, aku harus cuti kuliah dan tinggal disini dulu
“Ohh.. enak ya, kuliah bisa cuti. Coba sekolah juga bisa cuti,” kata Keyla.
“Huu.. itu maunya kamu,” seru Alex sambil mengacak-acak rambut Keyla.


^^^


“Lex, kita ke Gramedia, yuk!” ajak Keyla setelah mereka berkeliling dan makan di Hokben.
“Boleh,”
Setelah sampai di dalam Gramedia, Keyla segera menuju ke bagian alat-alat lukis.
Ia mengamati cat warna yang ada di sana.
Tiba-tiba saja Alex sudah ada di belakangnya.
“Mau?” tanyanya sambil menunjuk cat air yang sedang di pegang Keyla.
“Hah? Eh, enggak. Cuma ngincer doang. Nanti aja belinya kalo aku dikasih uang jajan sama mama. Hehehee....” jawab Keyla polos.
Tanpa banyak bicara, Alex mengambil cat air yang ada di tangan Keyla  serta buku-buku novel yang tadi ia pilih dan membawanya ke kasir.
“Hei, kau tidak usah membelinya!” cegah Keyla.
“Tidak apa-apa, anggap saja ini hadiah ulang tahun dariku,” jawab Alex.
“Hah?” Keyla bingung.
“Apa kamu lupa? Kita tidak bertemu selama sepuluh tahun. Jadi, aku sudah melewatkan sepuluh kali hari ulang tahunmu,” jelas Alex.
“Tentu saja aku ingat. Tapi hadiah ulang tahunku selama sepuluh tahun hanya cat air? Itu tidak cukup,” canda Keyla.
Alex menghela napas, “ Baiklah, kalau begitu anggap saja ini tanda terima kasihku karena kamu mau menemaniku jalan-jalan,”
“Itu baru adil,” jawab Keyla dan tersenyum senang.


^^^


KRINGGG...... KRINGGG.......
Bunyi bel terdengar nyaring, tanda bahwa pelajaran hari itu sudah selesai. Keyla dan Erina berjalan berdampingan menuju gerbang sekolah.
Namun, saat mereka sedang berada di lapangan, mata Keyla menatap sebuah mobil yang sedang di parkir di depan sekolahnya, dan di samping mobil berdiri seseorang.
“Alex,” gumamnya.
Sedetik kemudian, Keyla dan Erina sudah berjalan menuju mobil itu.
“Hai,” sapa Keyla pada Alex.
“Hai, juga,” balas laki-laki itu.
“Bagaimana kamu bisa tahu sekolahku?” tanya Keyla heran.
“Dari Mas Yanto,” jawab Alex ringan.
Alex membukakan pintu untuk Keyla ,”Ayo, kita pulang,” katanya.
“Emm.. tapi, bisakah kita mengantar Erina dulu ke rumahnya?” tanya Keyla sambil melirik ke Erina.
“Boleh saja,”
“Oh, iya! Aku hampir lupa mengenalkan kalian berdua,” kata Keyla cepat,” Erina, ini Alex, saudaraku yang aku ceritakan kemarin, Alex, ini sahabatku, Erina” Keyla memperkenalkan mereka berdua.
“Hai, aku Alex,” kata Alex sambil mengulurkan tangan.
“Aku Erina,” kata Erina sambil membalas jabatan tangan Alex.
“Baiklah, ayo masuk. Aku akan mengantarkanmu pulang,”
“Apa tidak merepotkan?” tanya Erina.
“Tentu saja tidak,” jawab Keyla dan Alex bersamaan.
Erina tersenyum. Kemudian Alex membukakan pintu belakang mobil dan mempersilahkan Erina masuk.


^^^

“Di depan sana adalah rumahku,” kata Erina sambil menunjuk rumah di depan sana yang bercat biru muda.
“Ini?” tanya Alex setelah memberhentikan mobilnya di depan rumah yang ditunjuk oleh Erina tadi.
“Ya, “ jawab gadis itu. “Terimakasih ya,” lanjutnya.
Erina membuka pintu dan keluar dari mobil. Keyla membuka kaca jendela mobil, “Dahh...” katanya sambil melambai pada Erina.
“Dahh... terimakasih, ya! Hati-hati di jalan,” Erina membalas lambaian tangan sahabatnya. Ia menunggu mobil Alex menghilang di tikungan dan segera masuk kedalam rumah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Falling In Love With You
"Part 1 ~ Begining"

By : Clarita

"Keyla! apa dari tadi kau tidak mendengarkan ku bicara?"
Keyla mengerjap kaget, "apa? ah, tentu saja aku mendegarmu bicara" katanya sambil menoleh ke arah sahabatnya.
Erina menyipitkan matanya, "kalau begitu, apa yang tadi aku bicarakan?”
“eh, hmm... “ Keyla bingung harus menjawab apa, karena dari tadi ia sama sekali tidak mendengarkan sahabatnya berbicara.
“Ha! Benarkan? Dari tadi kau tidak mendengarkanku bicara. Ada apa denganmu? Apa yang sedang kau pikirkan?”
“Maafkan aku. Aku tidak sedang memikirkan apa-apa,” dusta Keyla.
“Bohong,” ucapnya. Aku hanya bisa diam dan tidak berani menatap matanya.
“Katakan padaku, apa yang sekarang sedang kau pikirkan?”
Aku mendesah, “Aku hanya sedang membayangkan wajah sepupuku. Sudah sepuluh tahun kami tidak bertemu,” akhirnya aku mengaku juga. Jujur saja, aku tidak bisa berbohong pada sahabatku ini. Dia selalu tahu jika aku berbohong.
“Saudaramu yang mana?”
“Saudaraku yang ada di Amerika,”
“Amerika? Jauh sekali? Kenapa dia bisa tinggal disana?”
“Karena dulu dia sempat menjalani perawatan disana.” “Perawatan apa? Perawatan wajah?” tanya Erina bercanda.
Keyla tertawa sambil memukul pelan lengan sahabatnya, “Bukan, waktu itu dia mengalami kecelakaan dan harus dibawa keluar negri untuk menjalani perawatan karena peralatan disini kurang lengkap,” jawab Keyla.
“Oh..” gumam Erina. “Lalu, kenapa kau sekarang sedang memikirkannya?”
“Karena hari ini dia akan datang,”
“Datang? Maksudmu, di kembali dari Amerika?”
“Ya,” jawab Keyla sambil tersenyum.
“Hari ini kita jadi pergi?” tanya Erina.
“Oh, maaf. Hari ini aku tidak bisa. Mama menyuruhku tidak pergi kemana-mana setelah pulang sekolah,” jawab Keyla dengan nada sedikit menyesal.
“Tidak apa-apa. Bisa lain waktu.”


^^^


Keyla sedang asyik membaca buku novelnya yang baru di belinya kemarin. Tiba-tiba pintu kamar Keyla diketuk dan di buka. Terlihat mamanya berdiri di ambang pintu.
“Key, ayo turun. Om dan tante-mu sudah datang,” kata mama Keyla.
“Oke ma,” jawab Keyla sambil menutup novelnya. Mama sudah berbalik dan keluar dari kamar Keyla, sedangkan Keyla belum beranjak dari tempatnya.
Ia menghembuskan napas dan bangun dari tempat tidurnya yang empuk menuju meja belajarnya. Keyla membuka laci mejanya dan mengambil sebuah kotak kecil berwarna biru laut.
Keyla membukanya dan mengambil sepasang kalung berbandul lingkaran yang di tengahnya terdapat seekor burung merpati. Kemudian Keyla mengamati kedua kalung  tersebut.

^^^

“Hai, om, tante,” sapa Keyla saat bertemu dengan om dan tantenya di ruang makan.
“Hai Keyla... “ balas tante Merina hangat sambil memelu Keyla. “Kamu sudah besar dan makin cantik saja,” tambah tante Merina setelah melepaskan pelukannya. Keyla hanya tersenyum.
“Ayo, kita langsung makan. Nanti keburu dingin jadi nggak enak,” kata mama Keyla pada om dan tantenya.
Mereka duduk di meja makan dan sudah siap untuk menyantap hidangan yang ada di meja.
Keyla celingak-celinguk, mencari seseorang. Tante Merina melihat Keyla sedang celingak-celinguk lalu tersenyum, “Alex sedang ke kamar mandi, sebentar lagi juga datang,” kata Tante Merina seakan tahu siapa yang sedang dicari oleh Keyla.
Keyla tersenyum dan mengganguk tanda mengerti.
“Tuh, dia orangnya,” kata Tante Merina sambil menunding seseorang yang berada di belakang Keyla.
“Hai,” sapa Alex.


^^^


“Lalu, bagaimana lukamu?,”tanya Keyla saat dia dan Alex sedang berada di taman belakang rumahnya untuk mengobrol setelah lama tidak bertemu.
“Baik-baik saja. Waktu itu aku tidak sadar kalau aku dibawa dengan pesawat. Yang aku tahu, saat aku membuka mata, aku sudah berada di rumah sakit. Mungkin saat itu aku di beri obat tidur atau sesuatu hingga aku tidak sadar,” jawab Alex.
Keyla mengangguk, “aku minta maaf,” kata Keyla kemudian.
“untuk apa?” tanya Alex bingung.
“Karena membuatmu jatuh dari atap,”
“Oh, tidak apa-apa,” jawab Alex. Lalu keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
“Apa besok kau libur?” tanya Alex kemudian.
“Ya, tentu saja. Ada apa?”
“Hmm... bisakah kau menemaniku jalan-jalan disini? Aku sudah lama tidak kembali ke Indonesia, aku sudah lupa jalan-jalan disini.”
“Baiklah,”


#to be continue..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS