Falling In Love With You
"Part 4 ~ END"
Malam harinya, Keyla tidak bisa tidur. Entah mengapa, ia tadi tidak suka mendengar pengakuan dari Erina.
“Apa aku cemburu?” katanya dalam hati. “Tidak-tidak. Aku tidak cemburu. Aku kan tidak menyukai Alex,”
“Tapi, kenapa aku tidak suka mendengar pengakuan Erina tadi siang?”
Ia bangun dan duduk dipinggir ranjangnya. Kemudian mengambil lukisan Alex yang waktu itu digambarnya saat ia menyuruh Alex menjadi model lukisannya, dan mengamatinya.
Tangannya mengelus wajah Alex, dan tersenyum.
Tunggu! Apa aku tadi tersenyum? Tanyanya dalam hati.
Ya! Tadi aku tersenyum! Ada apa denganku? Akhir-akhir ini aku selalu membayangkan wajah Alex. Kenapa? Kenapa bisa begini? Apa aku... jatuh cinta padanya?
Tidak mungkin! Tapi, setiap aku berada bersamanya, aku selalu merasa nyaman dan jantungku.. selalu berdebar-debar.
Oh tidak! Tanda-tanda itu, berarti aku....benar-benar... menyukai Alex.
^^^
Sejak saat Erina mengaku bahwa ia menyukai Alex, Erina mulai mendekati Alex (PDKT).
Keyla tidak suka melihatnya. Namun apa daya, ia tahu bahwa ia tidak boleh menyukai Alex karena mereka adalah saudara.
Saat liburan kenaikan kelas, Keyla mengajak Erina untuk menginap di rumahnya, karena orangtuanya sedang pergi keluar kota untuk mengurusi perusahaan mereka.
Dan tentu saja, Erina menerimanya dengan senang hati.
Mereka menghabiskan waktu liburan itu dengan bermain, BBQ, dan jalan-jalan.
Namun, suatu malam, tiba-tiba Erina menyatakan cintanya pada Alex.
“Maaf, tapi aku menyukai orang lain,” kata Alex setelah Erina menyatakan cintanya.
“Ya, tidak masalah,”
Keyla yang baru kembali dari toilet tidak mengetahui hal itu.
“Hei, kenapa kalin diam saja? Ayo kita bakar dagingnya!” aja Keyla sambil menarik tangan Erina dan Alex menuju panggangan yang ada di sebelah kolam renang.
^^^
Setelah selesai BBQ-an, Erina segera masuk ke kamar, katanya ia capek dan ingin istirahat.
Sedangkan Keyla dan Alex, mereka sedang menonton TV di ruang keluarga.
Tiba-tiba, Alex mengatakan sesuatu yang membuat jantung Keyla berdetak sangat cepat.
“Key, ada yang ingin kukatakan,” kata Alex sambil menatap Keyla.
Keyla mengalihkan matanya dari TV dan membalas tatapan Alex.
“Aku mencintaimu, Key,” aku Alex.
“Ap.. apa?!” seru Keyla kaget.
“Ya, sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak dulu, tapi aku takut mengatakannya,”
Keyla diam, ia tidak tahu harus berbuat apa.
“Key,” kata Alex lembut sambil memegang tangan Keyla.
“Tap.. tapi, aku tidak bisa,”
“Kenapa? Karena kita saudara?”
“Ya, dan.. dan juga, Erina menyukaimu. Aku tidak mau membuat Erina kecewa,” kata Keyla sambil menunduk.
Tanpa mereka sadari, Erina ternyata sudah mendengar pembicaraan mereka dari lantai dua.
“Kau tidak perlu mencemaskanku Key,” tiba-tiba terdengar suara Erina. Keyla da Alex serentak menoleh ke arah tangga, dan mereka mendapati disana Erina sedang menuruni tangga.
“Apa?” tanya Keyla tidak mengerti, sambil melepaskan tanggannya yang berada di dalam gengaman Alex.
“Kau tidak perlu mencemaskanku Keyla,” ulang Erina. “Karena aku sudah ditolaknya,” lanjut Erina sambil menatap Alex.
“Aku juga sudah tahu, bahwa kau juga menyukai saudaramu,”
“Apa? Dari mana kau tahu?” tanya Keyla.
Erina mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru laut dan membukanya.
Keyla terkejut. Bagaimana sahabatnya bisa mendapatkan kotak itu?
Erina mengeluarkan dua buah kalung berbandul lingkaran yang ditengahnya terdapat seekor burung merpati dari kotak itu, dan sebuah kertas kecil yang berwarna biru laut.
“Bukankah itu kalung kita?” tanya Alex. Keyla bergeming.
“Aku tahu isi hatimu Keyla,” kata Erina. “kau juga menulis di ketas ini tentang perasaanmu pada Alex,”
Kemudian Erina membacakan isi dari kertas itu.
“Aku tahu, ini adalah cinta terlarang. Cinta yang mengatas namakan saudara. Seharusnya aku tidak boleh menyukaimu. Tapi apa daya? Aku tidak bisa mengendalikannya. Rasa ini tumbuh begitu saja tanpa bisa ku cegah. Apa boleh aku mencintaimu? Apa boleh jika kau jadi milikku? Kurasa tidak. Karena kita adalah saudara. Karena kita sedarah. Jadi, ijinkan aku untuk menyimpan perasaan ini...”
“Key, aku tidak tahu ternyata kau juga mencintaiku,” kata Alex setelah mendengar Erina membacakan isi dari kertas itu.
“Ya! Aku mencintaimu! Tapi kita tidak akan bisa bersama! Karena kita.. “ Keyla berhenti berbicara dan menunduk.
“Saudara?” lanjut Alex. Keyla mengangguk.
“Key, apa kamu tidak mengetahui dengan jelas silsilah keluarga kita?” tanya Alex sambil memegang kedua bahu Keyla. Keyla menggeleng.
“Sebenarnya ayahku adalah anak angkat. Bukan anak kandung dari kakek atau nenekmu. Jadi, kita tidak sedarah. Dan juga ini berarti bukan cinta terlarang,” jelas Alex.
Keyla mendongak dan menatap Alex.
“Jadi.. kita tidak mempunyai hubungan darah?” tanyanya tidak percaya. Alex mengangguk.
“Jadi, katakan padaku, bahwa kau juga mencintaiku,” kata Alex.
“Aku mencintaimu,” kata Keyla sambil menatap mata Alex dan tersenyum.
Erina menghampiri mereka berdua dan memberikan kalung itu pada Keyla.
“Maafkan aku, Erina,” Keyla meminta maaf pada Erina.
“Tidak apa-apa. Sebenarnya dari dulu aku sudah tahu, bahwa kalian saling menyukai,” jawab Erina.
“Tenang saja, aku merestui kalian,” Erina tersenyum.
Keyla memeluk sahabatnya itu, “terimakasih Erina,” bisik Keyla di telinga Erina. Keyla melepaskan pelukannya dan memandang Alex. Kemudian ia memberikan kalung milik Alex yang sudah sepuluh tahun berada padanya.
“Ini kalungmu,” kata Keyla.
Mereka memakai kalung itu. Kini, kalung itu kembali pada pemiliknya masing-masing..
^^^
“Keyla, Alex, ada yang ingin kami bicarakan dengan kalian,” kata mama Keyla yang saat itu sedang duduk di ruang keluarga bersama dengan papa dan kedua orangtua Alex.
Kemarin, kedua orangtua Keyla pulang dari luar kota. Dan Erina juga sudah pulang kemarin. Katanya ia ingin membantu ibunya dirumah.
Orangtua Alex tadi pagi tiba-tiba saja datang dari Korea.
“Ada apa?” tanya Keyla sambil duduk di depan mamanya.
“Mama dan papa sudah mendengar dari Erina, bahwa kalian sudah pacaran. Apa itu benar?” tanya mama Keyla.
Pipi Keyla merona. Ia tidak bisa menjawab.
“Ya,” jawab Alex, karena ia tahu Keyla tidak bisa menjawabnya karena merasa malu.
“Oh! Baguslah! Ternyata rencana kita berhasil!” seru Tante Merina –mama Alex- gembira.
Keyla dan Alex mengerutkan kening, “Rencana? Rencana apa?” tanya Alex.
“Sebenarnya, kami ingin menjodohkan kalian,” terang mama Keyla.
“Apa?!” Keyla kaget.
“Kami menyuruh Alex datang kesini untuk mengetahui apakah kalian bisa cocok atau tidak. Dan jika kalian tidak cocok, maka kami tidak jadi menjodohkan kalian. Tapi, karena kalian ternyata sekarang sudah menjadi sepasang kekasih, maka kami akan menjodohkan kalian,” kata Tante Merina panjang lebar.
“Lalu, kapan kita akan membuat acara pertunangannya?” tanya mama Keyla pada Tante Merina.
“Secepatnya,” jawab Tante Merina tanpa rasa ragu lagi.
^^^
3 minggu kemudian...
“Dan sekarang adalah acara yang sudah ditunggu-tunggu, pertunangan antara Alexander Cristian dengan Angelina Keyla!” seru MC pada seluruh tamu yang hadir di Ball Room itu.
Semua tamu bertepuk tangan meriah. Keyla dan Alex naik ke atas panggung bersama dengan kedua orangtua mereka.
Senyum bahagia terpancar dari bibir kedua orang tersebut.
Keyla melihat Erina berada di depan panggung, dekat dengan tempatnya berdiri sekarang.
Erina tersenyum, ia merasa senang karena akhirnya sahabatnya mempunyai seseorang yang sangat dicintainya, walaupun ia sendiri merasa sakit, tapi ia ikhlas demi kebahagiaan sahabatnya itu.
MC menyuruh mereka memasukkan cincin pertunangan pada jari manis sebelah kiri.
Alex mengambil cincin dari orangtuanya, dan memasukkannya ke jari manis Keyla. Keylapun melakukan hal yang sama.
Sekarang, mereka sudah menjadi tunangan. Kini, mereka sudah sangat yakin pada perasaan mereka.
Mereka berpelukan bahagia, yang segera disambut dengan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan..





