Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


Falling In Love With You
"Part 1 ~ Begining"

By : Clarita

"Keyla! apa dari tadi kau tidak mendengarkan ku bicara?"
Keyla mengerjap kaget, "apa? ah, tentu saja aku mendegarmu bicara" katanya sambil menoleh ke arah sahabatnya.
Erina menyipitkan matanya, "kalau begitu, apa yang tadi aku bicarakan?”
“eh, hmm... “ Keyla bingung harus menjawab apa, karena dari tadi ia sama sekali tidak mendengarkan sahabatnya berbicara.
“Ha! Benarkan? Dari tadi kau tidak mendengarkanku bicara. Ada apa denganmu? Apa yang sedang kau pikirkan?”
“Maafkan aku. Aku tidak sedang memikirkan apa-apa,” dusta Keyla.
“Bohong,” ucapnya. Aku hanya bisa diam dan tidak berani menatap matanya.
“Katakan padaku, apa yang sekarang sedang kau pikirkan?”
Aku mendesah, “Aku hanya sedang membayangkan wajah sepupuku. Sudah sepuluh tahun kami tidak bertemu,” akhirnya aku mengaku juga. Jujur saja, aku tidak bisa berbohong pada sahabatku ini. Dia selalu tahu jika aku berbohong.
“Saudaramu yang mana?”
“Saudaraku yang ada di Amerika,”
“Amerika? Jauh sekali? Kenapa dia bisa tinggal disana?”
“Karena dulu dia sempat menjalani perawatan disana.” “Perawatan apa? Perawatan wajah?” tanya Erina bercanda.
Keyla tertawa sambil memukul pelan lengan sahabatnya, “Bukan, waktu itu dia mengalami kecelakaan dan harus dibawa keluar negri untuk menjalani perawatan karena peralatan disini kurang lengkap,” jawab Keyla.
“Oh..” gumam Erina. “Lalu, kenapa kau sekarang sedang memikirkannya?”
“Karena hari ini dia akan datang,”
“Datang? Maksudmu, di kembali dari Amerika?”
“Ya,” jawab Keyla sambil tersenyum.
“Hari ini kita jadi pergi?” tanya Erina.
“Oh, maaf. Hari ini aku tidak bisa. Mama menyuruhku tidak pergi kemana-mana setelah pulang sekolah,” jawab Keyla dengan nada sedikit menyesal.
“Tidak apa-apa. Bisa lain waktu.”


^^^


Keyla sedang asyik membaca buku novelnya yang baru di belinya kemarin. Tiba-tiba pintu kamar Keyla diketuk dan di buka. Terlihat mamanya berdiri di ambang pintu.
“Key, ayo turun. Om dan tante-mu sudah datang,” kata mama Keyla.
“Oke ma,” jawab Keyla sambil menutup novelnya. Mama sudah berbalik dan keluar dari kamar Keyla, sedangkan Keyla belum beranjak dari tempatnya.
Ia menghembuskan napas dan bangun dari tempat tidurnya yang empuk menuju meja belajarnya. Keyla membuka laci mejanya dan mengambil sebuah kotak kecil berwarna biru laut.
Keyla membukanya dan mengambil sepasang kalung berbandul lingkaran yang di tengahnya terdapat seekor burung merpati. Kemudian Keyla mengamati kedua kalung  tersebut.

^^^

“Hai, om, tante,” sapa Keyla saat bertemu dengan om dan tantenya di ruang makan.
“Hai Keyla... “ balas tante Merina hangat sambil memelu Keyla. “Kamu sudah besar dan makin cantik saja,” tambah tante Merina setelah melepaskan pelukannya. Keyla hanya tersenyum.
“Ayo, kita langsung makan. Nanti keburu dingin jadi nggak enak,” kata mama Keyla pada om dan tantenya.
Mereka duduk di meja makan dan sudah siap untuk menyantap hidangan yang ada di meja.
Keyla celingak-celinguk, mencari seseorang. Tante Merina melihat Keyla sedang celingak-celinguk lalu tersenyum, “Alex sedang ke kamar mandi, sebentar lagi juga datang,” kata Tante Merina seakan tahu siapa yang sedang dicari oleh Keyla.
Keyla tersenyum dan mengganguk tanda mengerti.
“Tuh, dia orangnya,” kata Tante Merina sambil menunding seseorang yang berada di belakang Keyla.
“Hai,” sapa Alex.


^^^


“Lalu, bagaimana lukamu?,”tanya Keyla saat dia dan Alex sedang berada di taman belakang rumahnya untuk mengobrol setelah lama tidak bertemu.
“Baik-baik saja. Waktu itu aku tidak sadar kalau aku dibawa dengan pesawat. Yang aku tahu, saat aku membuka mata, aku sudah berada di rumah sakit. Mungkin saat itu aku di beri obat tidur atau sesuatu hingga aku tidak sadar,” jawab Alex.
Keyla mengangguk, “aku minta maaf,” kata Keyla kemudian.
“untuk apa?” tanya Alex bingung.
“Karena membuatmu jatuh dari atap,”
“Oh, tidak apa-apa,” jawab Alex. Lalu keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
“Apa besok kau libur?” tanya Alex kemudian.
“Ya, tentu saja. Ada apa?”
“Hmm... bisakah kau menemaniku jalan-jalan disini? Aku sudah lama tidak kembali ke Indonesia, aku sudah lupa jalan-jalan disini.”
“Baiklah,”


#to be continue..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar